Mei 2019, Kota Bukittinggi Inflasi 0,78 persen

  • Whatsapp

Inflasi sebesar 0,78 persen terjadi di Kota Bukittinggi pada Mei 2019. Angka itu mengacu pada data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Bukittinggi, dimana inflasi disebabkan adanya peningkatan indeks pada seluruh kelompok pengeluaran.

Kepala BPS Kota Bukittinggi Mukhlis mengatakan, mengatakan secara umum, seluruh kelompok pengeluaran mengalami kenaikan harga. Pasalnya, bertepatan dengan Ramadhan dan menyambut Lebaran.

Baca Juga

“Kelompok pengeluaran tersebut diantaranya, kelompok bahan makanan, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar,” kata Mukhlis di Bukittinggi, Senin 10 Juni 2019 dikutip dari Antara Sumbar.

Lanjut Mukhlis, kelompok sandang, kelompok kesehatan, kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga serta kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan juga termasuk didalamnya.

Dari keseluruhan kelompok itu, komoditas yang mengalami peningkatan harga selama Mei 2019 yakni cabai merah, daging ayam ras, kentang, bawang putih, jeruk, belut, gula pasir, angkutan antarkota, komputer jinjing, petai, tarif pulsa ponsel, tarif kendaraan travel dan lainnya.

Sementara itu, sejumlah komoditas mengalami penurunan harga diantaranya, ikan tongkol, beras, bawang merah, minyak goreng dan ikan tuna.

Dari 82 kota indeksi harga konsumen (IHK), Kota Bukittinggi berada pada urutan ke-15 di Pulau Sumatera. Kemudian, urutan ke-34 di Indonesia yang mengalami inflasi.

Tingkat perubahan IHK itu pun menggambarkan daya beli masyarakat dalam memenuhi kebutuhan harian, dimana semakin tinggi inflasi maka semakin rendah nilai uang dan daya belinya.